RSS
Tampilkan postingan dengan label Jelajah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jelajah. Tampilkan semua postingan

Jalan- Jalan Bersama Part 1

Sepertinya ini moment pertama bagi saya jalan-jalan bersama dengan teman-teman kampus yah lumayan banyak gitu, biasanya paling cuma berr 2/3 orang kalo CFD-an. nah ininih tepatnya pada hari Ahad tentunya tanggal 8-juni-2014, yah lumayanlah refresing sebentar meski akhirnya hanya duduk-duduk saja tanpa jalan-jalan. hohoho


Maem bubur ayam dulu
Minggu yang cerah dan ini salah satu foto perjuangan saya demi mendapatkan suasana yang tampak  ramai, meski kualitas gambar tak begitu bagus  tapi entah mengapa saya suka sekali gambar ini. :D

ramainya Car Free Day

Car Free Day 1

Car Free Day 2

di depan Sri Wedari 
 Setelah jalan kurang lebih 30 meter dari tempat kami makan bubur ayam  kami berakhir nongkrong di sini-nih entah saya lupa nama gedung di belakang kami ini... -_-
Nongkrong dulu 

hmm

yatta akhirnya ada foto lengkap kita semua :D
 Menantikan jalan-jalan lagi di lain waktu... ^^

Visit to MUSEUM RADYA PUSTAKA

Sudah hampir genap 3 tahun kami menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta. jauh-jauh merantau ke kota solo ini tak lengkap rasanya jika tak mengenal berbagai wisata menarik yang ada di kota ini. Nah, salah satu tempat wisata yang juga merupakan cagar budaya yang kami kunjungi adalah Museum Radya pustaka.
Museum Radya Pustaka di Jl. Slamet Radya Pustaka
 No.275 Surakarta

Museum radya pustaka merupakan salah satu Museum bersejarah dan tertua di Indonesia. Didirikan pada tanggal 28 Oktober 1890 oleh KRA Sosrodiningrat IV. Awalnya gedung ini bernama Loji Kadipolo dibeli oleh PB X  dari Johanes Busselear (Warga Belanda).  Menurut Pepatih Keraton Radya Pustaka memiliki arti “Radya” merupakan keraton atau negara sedangkan “Pustaka” merupakan perpustakaan. Sehingga Radya Pustaka memiliki arti perpustakaan keraton. 
Museum ini berada di tengah kota solo tepatnya di Jl. Slamet Riyadhi  No. 275 Surakarta.  Gedung ini berarsitektur gaya Belanda. Di museum ini terdapat benda-benda bersejarah diantaranya adalah Arca, Prasasti, Keris, Wayang, Keramik dalam berbagai bentuk seperti piring, gelas dan perabot rumah tangga lainnya, ada pula berbagai gamelan, kostum kebesaran keraton, mata uang dari berabagai negara yang berkunjung ke indonesia, miniatur bangunan bersejarah di Solo, macam-macam topeng dan buku-buku kuno. 
Koleksi Porselen 1
   Di Museum ini terdapat 12 ruangan yang terdiri atas ruangan Porselen dimana terdapat berbagai perabot yang terbuat dari poselen dalam berbagai bentuk dari piring, gelas, cangkir, mangkuk dan lain-lain. Ada pula ruangan keris yang berada di depan ruang perpustakaan, keris berada dalam sebuah lemari kaca bening.Di dalam ruang perpustakaan terdapat buku-buku penting kuno yang bersejarah, untuk perpustakaanini ditutup sehingga hanya
Koleksi Porselen 2
orang-orang tertentu yang boleh memasuki ruangan tersebut.
 Di depan ruang porselen terdapat ruang Prasasti dan Replika. Selain itu ruang yang menjadi pusat adalah ruang Gamelan, disana terdapat banyak alat musik tradisional yang biasa mengiringi wayang atau klenengan dan oyon-oyon, diruangan tersebut juga ada wayang, perlengkapan menari, pakaian kebesaran
Mata Tombak




Di bawah ini saya juga akan memperlihatkan foto-foto yang berhasil saya ambil di Museum Radya Pustaka, beberapa contoh peninggalan yang ada di Museum. keraton, disamping kanan terdapat ruangan  patung Rajamala, sedangkan samping kiri terdapat ruang memorial kantor K.G Panembahan Hadiwidjaja. Ruangan paling belakang terdapat kumpulan uang kuno, replika bangunan, mesin ketik kuno. 




Lencana Cagar Budaya


Nah.. Semoga sekelumit informasi yang kami dapat dari perjalanan ini bisa menjadi salah satu referensi menarik bagi perjalan wisata anda. Terutama bagi anda yang tertarik dengan sejarah dan tentu saja bagi kalian yang memiliki kesempatan untuk bermukim di solo namun belum sempat mengunjungi museum tertua di indonesia ini lho. ^_^   Let's Visit guys.....

Hanya dengan biaya 5.000-,/orang kita sudah dapat menikmati wisata murah meriah dan bermanfaat pastinya......





Note: Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas Teknik Komunikasi, disusun oleh:  Rahajeng Mirnajar A(F100110030), Firda Shafira (F100110063) dan Intan Tri mufaqoti (F100110099).

Berfoto menghilang Stress

Saya tidak tau pasti apakah benar jika secara teoritis berfoto-ria memang dapat menghilangkan stress. 
namun bagi saya saat stress melanda maka jalan-jalan dan berfoto bersama adalah salah satu bentuk penghilang stress yang cukup effektif lhoo..

 fakultas Kedokteran UMS

Fakultas Kedokteran UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS
Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS




Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS

Edu Park UMS


Edu Park UMS

Edu Park UMS

Pantai Nampu in memoryz

Wonogiri. Jum'at 25 mei 2012
Tak ada kata penyesalan walau harus menempuh perjalanan panjaaaaaaaaang, berliku dan melelahkan. Rasa lelah sekejap sirna, terbayar sudah jika melihat keindahan pantai ini. cocok sekali untuk refresing atau sejenak menghilangkan penat dari padatnya kesibukan, berlibur, berpetualang menghabiskan waktu bersama sahabat maupun keluarga. Oh iya sangat cocok untuk bertapa (hehehe) soalnya kondisi pantai masih alami dan jauh dari keramaian... ^_^

Pantai Nampu 1

Pantai Nampu 2 
Bebatuan di Pantai Nampu
T_T
sebenarnya ini merupakan kali kedua saya mengunjungi pantai nan elok ini, setelah yang pertama kali bersama teman-teman 2 tahun yang lalu. saat masih duduk dibangku kelas 2 SmA ^_^. dan kali kedua ini saya bersama...... saya (hehehe). T_T
tidak banyak yang berubah lhu ternyata... masih sama seperti dulu, salah satunya "sepi".. hehehe
mungkin karena medan yang sulit. dan alat transportasi yang sangat minim sehingga pantai nan elok ini tak begitu tersorot di media...




but......

kisah perjalanan ini tak seindah pantai yang ku temui..
hua  hua hua hua hua 

kelam.... T_T